Indonesia Teguhkan Politik Bebas Aktif di Tengah Dinamika Geopolitik Dunia

foto dari setneg.go.id

Jakarta
– Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tetap berpegang pada politik luar negeri bebas aktif sebagai dasar dalam menjalin hubungan dengan berbagai negara di tengah situasi geopolitik global yang terus berkembang.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Nasional XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Dalam kesempatan itu, Presiden menekankan bahwa prinsip bebas aktif merupakan warisan para pendiri bangsa yang hingga kini tetap menjadi pedoman Indonesia dalam membangun hubungan internasional.

Menurut Presiden, Indonesia memilih untuk menjaga hubungan baik dengan semua negara tanpa memihak pada blok atau kekuatan tertentu. Sikap tersebut memungkinkan Indonesia untuk tetap menjalin kerja sama dengan berbagai mitra internasional berdasarkan kepentingan nasional, sekaligus berkontribusi dalam menjaga stabilitas kawasan dan dunia.

Presiden juga menjelaskan bahwa hubungan yang baik dengan negara-negara seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, serta berbagai negara lainnya menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, dan pembangunan. Selain itu, keterlibatan Indonesia dalam berbagai forum internasional menunjukkan komitmen negara untuk memperluas kolaborasi serta memperkuat komunikasi antarnegara dalam menghadapi tantangan global.

Di tengah meningkatnya dinamika hubungan internasional, pendekatan diplomasi yang mengutamakan dialog dan saling menghormati dinilai menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan antarnegara. Melalui kerja sama yang terbuka dan komunikasi yang konstruktif, berbagai perbedaan kepentingan diharapkan dapat diselesaikan secara damai tanpa mengesampingkan kedaulatan masing-masing negara.

Komitmen Indonesia terhadap politik bebas aktif tidak hanya mencerminkan upaya menjaga kepentingan nasional, tetapi juga menunjukkan peran aktif Indonesia dalam mendorong terciptanya perdamaian, stabilitas, dan kerja sama yang saling menguntungkan di tingkat internasional. Dengan mengedepankan dialog dan kolaborasi, Indonesia berupaya menjadi mitra yang mampu menjembatani berbagai kepentingan demi terciptanya hubungan internasional yang harmonis dan berkelanjutan

***

Penulis: Candrika Kusuma Ratri

Editor: Ayuk Wiji Safitri

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama