Kendal — Seorang buruh bangunan berinisial S (65) mengeluhkan sulitnya mencari pekerjaan di bidang konstruksi. Menurutnya, persaingan kerja kini semakin ketat karena banyak buruh dari sektor lain beralih profesi menjadi kuli bangunan.
Meski demikian, pekerjaan buruh bangunan masih dianggap mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dengan upah rata-rata sekitar Rp130.000 per hari, pekerjaan tersebut tetap diminati masyarakat, khususnya pekerja dengan keterampilan fisik.
Pekerjaan sebagai buruh bangunan dinilai tidak membutuhkan kemampuan akademik tinggi, melainkan keterampilan dalam membangun serta ketahanan fisik untuk bekerja di bawah terik matahari.
S mengatakan kondisi lapangan pekerjaan saat ini berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Ia menilai banyaknya penggunaan mesin pertanian membuat sebagian buruh sawah kehilangan pekerjaan dan beralih ke sektor bangunan.
“Sekarang susah mencari kerja karena saingan semakin banyak. Hal ini dikarenakan adanya mesin traktor besar untuk memanen hasil sawah. Para buruh sawah kehilangan pekerjaan dan pindah jadi kuli bangunan. Kalau nggak ada relasi sudah susah sekarang,” ujar S.
Menurutnya, relasi dan jaringan kerja kini menjadi salah satu faktor penting agar tetap mendapatkan proyek pekerjaan bangunan di tengah meningkatnya jumlah pencari kerja.
Penulis: Faridatun Nasikha
Editor: Merlyn Valencia Sekarwangi
