SURAT KECIL DARI IBU: Apresiasi Film Pendek Karya Yosaphat

Poster Film Pendek Kembali Pulang

Identitas Film:

Judul Film

Kembali Pulang

Alamat Film

https://youtu.be/XI2Bl5rPKFw?si=ZD2-R8gy6tFOjnUX

Tahun

2025

Produksi

Wearing Klamby

Sutradara

Debast Jatin

Penulis

Skenario

Karima Nur Alitha

Debast Jatin

Fadiya Isnaini

Produser

Yosaphat

Pemain

Cut Mini Theo

 Agla Artalidia

Alesha Fadillah


Seorang ibu pasti selalu merindukan anaknya ketika jauh dari rumah. Seorang ibu pasti selalu ingin tahu tentang kabar anaknya ketika jauh dari rumah. Ibu pasti selalu ingin tahu banyak hal tentang anaknya yang jauh dari rumah. Apa yang sedang anaknya lakukan, bagaimana pekerjaan anaknya berjalan dengan lancar atau tidak, apakah anaknya baik-baik saja, atau pertanyaan yang sering dilontarkan adalah, makan apa hari ini? Film Kembali Pulang (2025) karya Yosaphat, mengisahkan tentang seorang ibu yang merindukan anaknya yang berkerja di luar kota . Menceritakan tentang sebuah kekecewaan yang dirasakan oleh seorang ibu terhadap seorang anak, serta menceritakan bagaimana kedua orang tersebut yakni sang ibu dan sang anak menyelesaikan masalah dan kesalahpahaman yang terjadi di antara keduanya.

Film yang berdurasi sekitar dua puluh menit ini sebenarnya adalah film untuk iklan peluncuran koleksi baju lebaran (Hari Raya Idulfitri) 2025 dari sebuah merek modest fashion lokal Wearing Klamby. Namun karena film ini dikemas dengan begitu bagus dan juga kreatif, banyak masyarakat yang suka dan mengapresiasi film pendek ini. Walaupun sebenarnya film ini dibuat untuk iklan koleksi baju lebaran, tetapi banyak makna yang terkandung dalam film ini serta ada pelajaran yang dapat diambil dari film ini.

Pulang Namun Sepi

Cerita dimulai ketika sang anak yakni Salma, pulang ke rumah ibunya untuk berlibur. Namun ketika berada di rumah, sang anak selalu sibuk dengan pekerjaannya. Dia tidak pernah makan dengan ibunya, dia selalu berada di kamar untuk membahas pekerjaan dengan teman kantornya. Adegan ketika sang ibu sedang makan sendirian di meja makan, menggambarkan tentang sebuah rasa kesepian yang dialami sang ibu. Ketika sang ibu sudah masak banyak untuk sang anak dan berharap bisa makan bersama dengan sang anak di meja makan, tetapi anaknya justru sibuk dengan pekerjaan.

Pada bagian ini, menggambarkan bagaimana perasaan seorang ibu yang begitu sedih, dan juga terluka. Kepulangan sang anak ke rumah yang sangat dinantikan oleh sang ibu, dan berharap akan mengahabiskan waktu berdua dengan sang anak di rumah, justru tidak sesuai dengan keinginannya. Rasanya masih tetap sama ketika dia sendirian di rumah.

Menghindar dan Berusaha Mengabaikan

Pada bagian ini, sikap sang ibu mulai berubah terhadap sang anak. Sang ibu yang berusaha untuk tidak peduli dan mengabaikan setiap kali sang anak mengajukan pertanyaan atau ketika sang anak mengajak sang Ibu untuk belanja bersama ke pasar. Pada bagian ini, sang anak memang mulai menyadari bahwa sikap sang ibu berubah. Namun sang anak tidak terlalu mengambil pusing atas sikap sang ibu. Waktu berlalu dengan cepat, ketika sang anak kembali meningglkan rumah untuk lanjut berkerja dan kembali meninggalkan sang ibu sendiri.

Adegan selanjutnya yakni ketika sang anak kembali pulang ke rumah untuk yang kedua kalinya. Pada bagian inilah terjadi puncak perseturuan antara sang ibu dan juga sang anak. Ketika sang ibu lagi-lagi berusaha mengabaikan sang anak dan tidak menanggapi ucapan sang anak. Pada bagian ini sang anak bertanya kepada sang ibu kenapa sang ibu berubah, kenapa sang ibu selalu menghindar, ada apa? Lalu sang anak juga bertanya apa kesalahan yang dia perbuat. Namun, ketika sang anak bertanya demikan, sang ibu berkata bahwa bukan sang anak yang salah melainkan ibu. Adegan semakin menyayat hati ketika sang ibu berkata bahwa dia yang salah karena sudah mengganggu kesibukan sang anak. Pada bagian ini diakhiri dengan sang ibu yang pergi ke kamar dan meninggalkan sang anak di ruang tamu.

Awal Mula

Pada bagian ini, dengan ketegangan yang terjadi, ketika mereka menangkan diri masing-masing, sang anak duduk sambil menangis di ruang tamu dan merenungi sesuatu. Pada bagian ini, terjadi kilas balik, dimana sang anak mengingat kembali dan menyadari awal mula pertengkaran ini terjadi. Awal mulanya terjadi ketika sang ibu menghubungi sang anak untuk menanyakkan kabar dan menanyakkan kapan sang anak akan pulang ke rumah. Pada bagian kilas balik tersebut, sang anak tanpa sadar seperti memarahi sang ibu dan menyuruh sang ibu untuk berhenti bertanya tentang bagaimana keadaannya, dan kapan dia akan pulang ke rumah. Tapi tanpa sadar, perkataan tersebutlah yang menjadi akar dari masalah yaang terjadi.

Setelah adegan kilas balik tersebut, yang menceritkan tentang awal mula masalah tejadi antara sang ibu dan sang anak, kembali lagi ke adegan dimana sang anak yang menangis di ruang tamu dan juga menyadari apa yang telah diucapkannya waktu itu, ternyata akar dari masalah antara dia dan juga sang ibu.

Mengingat Masa Kecil Yang Indah dan Isi Surat dari Ibu

Pada bagian ini, dimana sang anak masih menangis di ruang tamu, ada kilas balik lagi. Dia mengingat kembali masa kecilnya yang begitu bahagia bersama sang ibu. Ketika dia dan juga sang ibu selalu melakukan sesuatu dengan bahagia, sang ibu yang selalu membuat sang anak tertawa, memasak mekanan kesukaan sang anak, serta merayakan ulang tahun sang anak. Ketika mengingat keembali masa kecil tersebut, sang anak pada adegan ini tidak tahan menahan tangisannya. Pada bagian ini cukup dikatakan sangat emosional. Dilihat dari bagaimana rasa sesal yang dialami oleh sang anak terhadap apa yang sudah dia lakukan terhadap sang ibu.

Pada bagian kilas balik ini juga sang anak mengingat tentang satu hal, kenangaan dimana sang ibu yang memberikan surat pada sang anak. Namun pada bagain kilas tersebut sang ibu melarang sangat anak untuk membuka dan membaca isi surat tersebut. Setelah kilas balik tersebut, sang anak langsung berlari ke kamar untuk mebaca surat tersebut.

Pada bagian membaca surat ini jugalah yang sangat menyayat hati, ketika sang anak membaca isi surat dan menangis ketika mengetahui isi surat tersebut. Isi surat dari sang ibu yang mengingatkan sang anak untuk tetap kembali pulang ke rumah di mana pun anaknya berada saat itu. Isi surat yang cukup sederhana dan juga dengan pesan yang juga sederhana, namun menjadi adegan yang sangat menguras emosi baik para pemain maupun juga para penonton, seakan-akan para penonton juga terlibat dalam adegan tersebut.

Sadar dan Saling Memaafkan

Pada bagian ini, sang anak sudah sepenuhnya sadar. Ketika dia kembali lagi ke ruang tamu dan kembali menangis di sana. Adegan puncak penyelesaiannya ada pada bagian ini. Ketika sang ibu keluar dari kamar untuk menemui sang anak, dan ketika sang anak berlari memeluk sang ibu. Pada bagian inilah yang menjadi akhir dari cerita, dimana sang ibu dan juga sang anak saling minta maaf atas ego dan kesalahan yang diperbuat. Sang anak yang meminta maaf karena telah mengabaikan sang ibu, serta sang ibu yang meminta maaf karena tidak terlalu pengertian terhadap sang anak. Adegan diakhiri dengan mereka yang merayakan ulang tahun sang anak yang ternyata ulang tahun sang anak di hari dimana sang anak sedang bermasalah dengan sang ibu.

Kita Harus Ingat Pulang

Melalui Kembali Pulang banyak pelajaran yang kita dapatkan dan wajib kita ingat dalam diri kita masing-masing. Melalui film ini, kita diajarkan bahwa sejauh apa pun kita pergi dari rumah kita harus tetap ingat untuk pulang. Kita juga harus tahu apa tujuan kita pulang ke rumah, apakah kita pulang untuk membuat keluarga bahagia atau tidak. Melalui film ini, kita juga diajarkan untuk saling pengertian dan menurunkan ego masing-masing. Film ini juga memberi pelajaran pada orang tua untuk sedikit memberi pengertian terhadap anak. Serta melalui film ini, mengajarkan kita bagaimana menyelesaikan suatu masalah dengan baik supaya tidak terjadi sesuatu yang lebih buruk, yang membuat hubungan keluarga menjadi tidak harmonis.

***


Penulis: Yuliana Arini Sinar, mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Penyunting: M. Khoirul Rosyad


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama